Secangkir Kopi yang Diberi Nama Kapucino

Di kedai itu mereka duduk
Berhadapan dan sesekali bertukar pandang
Diraihnya cangkir kopi panas itu
Bukan kopi hitam yang dipesan

Ia tak suka kopi hitam
"Pahit" katanya
Ia lebih suka kapucino yang harum
Manis seperti yang sedang berada di sebrang pandangannya

Mendengarkan pria itu bercerita
Lebih nikmat daripada suara gitar Iwan Fals
Tenang hatinya
Sesekali dihirupnya kapucino itu dengan senyum

Melihat simpul kecil di bibir pria itu
Lebih sejuk daripada hujan di awal bulan Desember
Teduh perasaannya
Ia tak ingin cepat menghabiskan kapucino itu

Kalau saja kedai itu buka 24 jam
Barangkali ia akan duduk sampai besok
Dengan bekal tiga cangkir kapucino
Dan segurat simpul di bibir pria yang ada di sebrang matanya malam itu

Agustus, 2018
-d

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima Kasih, Waktu.

Sudah

Note to Self...