Terima Kasih, Waktu.

Sebagai pembuka, tidak banyak yang akan saya tuangkan dalam utas ini.
-
Bagian 1:

Waktu berlalu rasanya terlalu cepat. Rasanya telah banyak memori yang telah terukir dalam ruang hampa. Seribu rasa silih berganti, dari perasaan sedih atas kehilangan, rasa sakitnya luka yang mendalam, rasa hampa yang membelenggu, rasa haru yang hangat, rasa cinta yang dingin dan masih banyak 'ke-kacau-an' yang belum tuntas dalam diri ini. Entah, berapa banyak waktu lagi yang masih bisa dinikmati sampai batas akhirnya. Dari sekian banyak rasa yang belum tertata, ada satu perasaan hancur yang sepertinya memang sulit terungkap. Keinginan yang belum tuntas, keragu-raguan yang tidak pernah menemukan pasti. Badai ini tidak pernah hilang rupanya. 
-
Bagian 2:

Perjalanan menuju jenjang dewasa rasanya begitu berat dan tentu lebih sulit. Tentu, naik ke arah 'puncak' butuh usaha, kan? Belajar dari banyak pengalaman, di dunia ini tidak ada satupun manusia yang bisa kita titipkan rasa percaya. Percaya saja pada diri sendiri, baik dan buruknya. Semakin tinggi rasa percaya pada manusia lain, yang akan didapatkan hanya rasa kecewa dan sesak yang begitu besar. Percayalah.
-
Bagian 3:

Setelah melihat kehidupan di tahun 2024, ternyata masih banyak hal yang belum tercapai. Bukan hanya tentang romansa, tapi hampir setiap lini. Rupanya diri ini terlalu banyak membuang waktu sia-sia. Benar, diri ini belum selesai dengan segala hiruk pikuknya. Memang yang tersulit dalam hidup adalah belajar mengikhlaskan. Tidak ada yang bisa menjalankan itu dengan mudah. Setiap harapan pasti selalu dibenturkan dengan kenyataan yang tidak sejalan. Sampai berapa lama lagi?
-
Bagian 4:

Terlalu banyak memikirkan hal jauh ke depan pun rasanya tidak baik. Yakin sekali berumur panjang? Ya, begitulah nyatanya. Sulit menerima kenyataan bahwa diri ini pun tidak akan sanggup melakukan semua yang direncanakan, rupanya itu cara singkat menyakiti diri sendiri. Pada akhirnya kecewa, terluka, merana atas harapan sendiri yang terlalu tinggi. Begitulah, waktu tidak hanya berputar di sekeliling diri ini, jangan merasa hebat sendiri.
-
Bagian 5:

Terima kasih, waktu. Terima kasih atas segala detik yang telah mengalir. Terlalu banyak memori yang tertuang dalam ruang hampa ini. Sekarang rasanya sudah terlalu sesak ruang itu, mungkin butuh ruang baru yang lebih luas. Semoga masih ada harapan baik yang bisa dirasakan diri ini, sekarang sampai nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah

Note to Self...