Sendiri Saja

Aku tunduk dikala senja
Senja yang perlahan bertamu pada kegelapan
Kegelapan yang selalu dikunjungi sang rembulan
Rembulan yang tak pernah takut akan gelapnya malam

Lalu apa?
Senja tetap pergi tanpa berkabar apa ia akan kembali lagi esok hari
Tapi apa?
Aku tetap tunduk dikala senja
Hanya sendiri saja

Tak satu kata pun terucap di kala itu
Hanya ada tubuh yang merapatkan diri pada dinding-dinding sunyi
Hanya ada angin yang menghembuskan nadinya
Jika beruntung, hujan akan ikut menari-nari diatas tanah
Melengkapi senja yang akan berganti malam
Melengkapi haru yang berselimut lara
Menemani lara yang tergerus rindu
Menemani rindu yang menepi dikala senja



Jakarta, April 2015
Aku yang merindukanmu dikala senja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima Kasih, Waktu.

Sudah

Note to Self...