Untitled

Happy Reading!


Seseorang memiliki sebuah alasan untuk berhenti sejenak pada langkahnya. Mungkin itu untuk berbicara pada orang lain, berpikir kemana ia akan pergi, atau.......ia berhenti untuk memperhatikan seseorang lainnya, seseorang yang mengalihkan dunianya.

Seseorang akan rela meluangkan beberapa menit atau beberapa jam dalam harinya untuk seseorang lainnya yang ia rasa pantas untuk menemaninya berbicara, entah itu membicarakan hobinya, klub bola kesukaannya, atau.......membicarakan bagaimana masa depannya kelak bersama seseorang yang ia rasa pantas untuk menemani detik, menit, jam, hingga hari-harinya.

Seseorang memiliki alasan mengapa ia jatuh. Mungkin karna ia tersandung oleh sesuatu, salah melangkahkan kakinya, atau.......ia jatuh agar ia belajar bagaimana harus berdiri kembali dari tempat ia terjatuh.

Seseorang akan menyanyikan sebuah lagu, entah untuk menghibur dirinya, menghibur temannya, atau.......ia menyanyi untuk seseorang lainnya yang sudah lama ingin ia yakini perasaannya.


Seseorang akan menatap seseorang lainnya untuk sebuah alasan. Entah itu untuk berbicara kepadanya, untuk sekedar mengingat namanya, atau.....pandangannya telah teralihkan oleh pesona seseorang lain itu.

Seseorang memiliki alasan untuk bertahan. Entah itu karna ia memang kuat, masih mampu memikul bebannya, atau........ia benar-benar tahu apa yang harus dipertahankan hingga ia benar-benar merasa beban itu tidak nyata baginya.

Tapi,
seberapa banyak alasan yang ada di dalam kehidupan seseorang-pun, tetap saja ia tidak memiliki alasan untuk merasakan cinta. Seseorang yang memiliki cinta akan menghapuskan alasan-alasan mengapa ia harus mencintai, karna tidak akan ada alasan yang tepat untuk mencintai. Meskipun begitu, setiap orang memiliki alasan untuk sesuatu yang ia beri perhatian lebih, untuk sesuatu yang lebih dari sekedar istimewa baginya.


"Cinta itu ada dalam ketiadaan" - Ubedilah Badrun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima Kasih, Waktu.

Sudah

Note to Self...