Rimba


Jenuh tak tentu mengingatkanku akan dirinya
Tersadar semua berlalu begitu cepat
Gelisahku mulai membakar akal sehat
‘Lihat!’
‘Dia disana hanya terdiam, kaku!’
‘Mengapa kau masih pedulikannya?’
Iblis yang terkutuk membisikkan lembut rayu harunya
Lagi, aku tersadar
Benar, aku hanya makhluk di rimba kerinduan!
Lalu iblis bernyanyi ria
‘Kau bodoh!’
‘Tak sejalan hidupnya denganmu!’
Ya, si iblis memenangkan akalku
Akulah si monyet di rimba kerinduan itu!
Tapi, mengapa harus aku?


December,2012
-d

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima Kasih, Waktu.

Sudah

Note to Self...